Sumpah di Tribun
*Sumpah di Tribun: Ketika Janji Diucapkan Bukan di Gereja, Tapi di Antara Ribuan Orang Asing* Ada tempat di mana orang bersumpah tanpa pendeta, tanpa dokumen, tanpa saksi resmi. Tempat itu adalah tribun. Di sana, seorang remaja 16 tahun berbisik pada dirinya sendiri: “Gue nggak akan ninggalin klub ini, sampai mati.” Di sana, bapak-bapak 45 tahun berteriak bersama ribuan orang asing: “Satu nyali, wani!” Di sana, perempuan 22 tahun menangis sambil memeluk syal yang sudah luntur, karena klubnya baru saja degradasi. Sumpah di tribun tidak pernah tertulis. Tapi ia lebih kuat dari kontrak mana pun. 1. Tribun Bukan Sekadar Tempat Duduk Stadion punya kursi. Tribun punya identitas. Kursi bisa diganti. Nomornya bisa dijual. Tapi tribun adalah ruang di mana kamu melepas statusmu di luar sana. Di luar stadion kamu bisa jadi manager, mahasiswa, ojek online, pengangguran. Di tribun, kalian semua jadi satu: suara. Antropolog Victor Turner menyebutnya _liminal space_...